Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kamis, 05 Oktober 2017

SESUATU TENTANG KAMU



Malam itu, kamu pernah datang ke dalam mimpiku dan berkata bahwa kau akan datang, tapi tidak sekarang. kau harus bersabar, akan ada hari-hari penuh air mata, akan ada hari-hari kau bahagia. tapi kau akan selalu merindukanku. Begitu katamu..

Parasmu seolah aku sudah mengenalmu jauh-jauh hari, tapi aku tidak tahu kau siapa.  Kemudian esoknya aku bercertia kepada salah seorang teman, lantas ia beranggapan bahwa aku ini gila. Belum mengenal dan bertemu dengannya, aku sudah merindukannya!

Rabu, 20 September 2017

Jangan Remehkan Homesick



Poto by google
Siapa yang punya rencana merantau? Jauh dari kampung halaman, mengembara ke suatu tempat demi mendapatkan pendidikan atau penghidupan yang lebih baik lagi? Sejak memutuskan kuliah di bandung dan jadi anak kost (yang katanya banyak deritanya wkwkwk) aku resmi deh jadi anak rantau; jauh dari orang tua, dari lingkungan keluarga, dari saudara-saudara tercinta (karena kebetulan rumah saudara pada deket semua)  yang biasanya suka main ke saudara untuk babacak (istilah dikampungku, yaitu makan bersama-sama, atau mungkin ada yang kenal istilah Botram?) main bareng temen-temen di kampung halaman, kumpul dan bercengkrama sama keluarga tiap malam. Ah pokoknya banyak kegiatan yang dulu aku alami. Sekarang jadi terhalang oleh jarak yang membentang. Jujur ya, dulu kegiatan-kegiatan seperti itu memang membahagiakan, tapi aku beranggapan biasa aja, nggak ada yang istimewa sama sekali. Lha orang tiap hari gampang dilakukannya ko. Hanya sebatas bahagia dan bersyukur punya mereka. Tapi sekarang, setelah menjalami hidup hampir lima tahun di kota orang. Kebahagiaan itu berubah jadi kuncup-kuncup kenangan yang berkeliaran saban malam di kepalaku. Lantas serta merta kenangan itu menggelembung menjadi rasa rindu. Rasa rindu yang hanya bisa diobati dengan; Pulang. :”)

Mungkin pengalaman dan ilmuku masiiiiiiih sedikit. Tapi kalau mengingat keputusan-keputusan yang dulu aku ambil, rencana-rencana masa depan yang sudah gamblangnya ditulis dan usaha-usaha untuk meraihnya membuat dua sisi yang kadang bertolak belakang tapi kadang juga jadi penguat sekaligus pengingat untuk tetap bertahan; maksudnya bertahan saat kondisi ekonomi yang defisit. HAHAHA.

Jadi dalam postingan kali ini, lagi-lagi aku cuma mau berbagi perasaan dan kenangan.  Aku pake istilah homesick, ini merupakan sebuah kegiatan yang menimbun rindu (hanya menurutku saja) Nyatanya dari berbagai sumber hasil googling baca sana baca sini. Homesick ini merupakan suatu keadaan dimana seseorang merasa menderita akibat terpisah dari lingkungan rumah, orang tua, atau hal-hal lainnya. Gejala homesick normal banget sih sebenarnya karena hampir semua orang pernah mengalaminya. Tapi kalau homesick ini enggak segera diatasi akibat fatalnya bisa depresi. Aku pernah enggak ya depresi? *mikir* mungkin depresiku disalurkan kepada kegiatan tulis menulis ini. HAHAHA. Aku bisa ngebedain kalau udah tanda-tanda rindu rumah biasanya aku nggak bisa konsentrasi, raga ada di Bandung sedangkan pikiran ada di rumah. Oiaaaa, meskipun udah komunikasi jarak jauh (re: HP) tapi teteeeep rasanya tuh beda. Kaya ada pait-paitnya gitu. 


Selasa, 15 Agustus 2017

Jalan-Jalan Seharian Nyaman Pake Jaket Oversize dari Gluckfashion (eh, ada yang suka kaktus? wajib baca)

Seminggu yang lalu aku dapat tugas negara yang menyenangkan haha. Aku disuruh jadi tukang motret dadakannya temen kampus, entah kenapa aku antusias banget kalau disuruh mengerjakan sesuatu yang aku senangi. Ya begitulah, enggak tahu kapan aku jadi suka motret, meskipun aku enggak punya fasilitas kamera yang canggih, aku selalu manfaatkan yang ada saja, bukankah belajar tidak harus punya fasilitas yang mewah-mewah dulu?  Kalau enggak ada ya jangan maksakeun,  hampir 98% gallery poto di instagram ( @tyataya) itu semua aku jepret pake handphone sambil motret product-product di olshopku itu semuanya pake handpone. Jadi kalau ada temen-temen olshop yang lainnya suka pada nanya, teh motretnya pake kamera apa? Jawabannya adalah; aku pake kamera HP yang nantinya kita atur kontrasnya aja. Makruh kalau motret product gonta-ganti filter.  Ntar jatuhnya bukan real picture lagi dong ya? Ehehehe. 

Tapi jangan salah praduga yaaaa, aku bukan seorang photografer yang tahu teknik-teknik photografi. Aku Cuma hobbi motret dengan fasilitas seadanya. Ilmuku masih nol besar. Kalau mau ada yang sharing perihal ini..... Aku terbuka sekali!

Selasa, 01 Agustus 2017

Kuliner khas Korea ke Cafe Chingu Bandung




Kemaren, habis belanja keperluan online shopku gluck dan gluckfashion tiba-tiba perut keroncongan karena pagi-pagi enggak sempat sarapan. Awalnya sih udah ada niatan pengin coba makan di Mie Rampok yang ada di jalan Sumur bandung 14. Penasaran sih karena tiap kali pulang suka lewat jalan situ dan lihat setting tempatnya unik. Kaya semacam suasana penjara gitu :D gimana coba rasanya? 

Dan pas udah nyampe di tempat tujuan, eeeeh ternyata cafenya lagi di renovasi Huaaaa:”)))), bukan rezeky aku kali yaa. Yauda akhirnya berputar haluan muter otak kepengen makan dimana karena kalau harus pulang dulu ke kosan keburu terkapar di jalan.. Laper Maks!


Akhirnya, aku asal bicara aja sih sebenarnya karena tempat makan yang paling deket sama posisi lokasi disitu adalah Chingu Cafe. Tiba-tiba penasaran juga suasana Cafenya karena tiap kali lewat kalau lagi kuliah jalannya ke sana. Ngelewat Chingu cafe. Bagi teman-teman yang ada di daerah Bandung pasti udah tahu Chingu Cafe. Yappppp, sejak berdirinya tahun 2013 Cafe ini hits banget buat anak-anak pecinta korea atau menyukai segala hal yang berbau Korea atau istilah fansnya K-Pop. Kebetulan sahabatku—yang belum satu bulan berada di bandung—yang ikut siang kemaren, juga penyuka drama korea. Dia K-Pop yang tersamarkan.......  Tanpa berpikir dua kali dia langsung manggut tanda setuju! Yay, jadilah kita makan disana.