Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, 11 Desember 2017

PASANGANMU INTROVERT? JANGAN BUBAR DULU YA!




Saat memiliki pasangan yang cuek tak jarang kamu sering mengeluh bawa si doi tidak memperhatikanmu atau bahkan kamu memiliki pemikiran buruk terhadapnya, bahwa si doi alih-alih sudah selingkuh dan mendua dengan sikapnya yang tak kunjung berubah. Memiliki pasangan pendiam itu memang gampang-gampang susah ya. Kebanyakan mereka yang berhubungan dengan kepribadian introvert sering tidak kuat dan akhirnya memilih memutuskan hubungan alias BUBAR GRAK.  Kenapa? Ya alasannya sih sederhana dan umum; Aku ingin dimengerti dan diperhatikan sementara si doi cuek. 

 
POTO BY GOOGLE
Terkhusus bagi kaum perempuan yang pada dasarnya memiliki sifat “aku ingin di mengerti, aku ingin di manja dan aku ingin diperhatikan.” Jadi ya wajar mereka sering koar-koar bahwa pasangan mereka super duper cuek. Kalau jalan berdua atau sedang makan berdua berasa jalan sama patung.  

Minggu, 03 Desember 2017

TERUNTUK KAMU YANG SEMPAT AKU INGINI


photo by #pinterest

TERUNTUK KAMU YANG SEMPAT AKU INGINI

Kita tidak pernah bertatap sebelumnya, bahkan untuk saling sapa pun rasanya tidak mungkin. Lantas, mengapa takdir membawaku pada sosokmu yang begitu indah, namun sulit untuk aku jamah. Saat aku pertama kali bertemu dan menatap wajahmu malu-malu, rasanya saat itu aku ingin berlama-lama, melihat semua aktivitasmu bahkan untuk sekedar menyemangatimu. Tapi langkah ini kaku untuk beranjak dari sudut yang kau katakan “teman” baiklah, tidak masalah, bagiku itu sudah lebih dari cukup untuk membuat aku tersenyum sepanjang hari. 

Aku tidak akan pernah bilang “seandainya kamu begini, seandainya kamu memahami, seandainya dan seandainya.... Nyatanya, kamu tetaplah dalam prinsipmu, membangun setiap keyakinan untuk masa depanmu dan tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu. Padahal aku tidak datang kepadamu untuk menawarkan “mengingat masa lalu” pun perihal masa depan, aku tidak pernah berpikir jauh untuk membangun masa depan bersamamu.  Siapalah aku ini? Aku hanya sedang berusaha untuk hari ini saja, mengajakmu mendalami setiap karakter masing-masing. Mengajakmu untuk melukis hari ini saja agar selalu berharga. Tidak bisakah kau berpikir sesederhana itu?
Kata orang—saat seseorang begitu dalam memperhatikanmu, memperhatikan kebahagiaanmu.  Saat orang tersebut kelelahan dan memilih untuk berhenti, kau akan merasakan ada yang kurang dalam hidupmu. Nyatanya aku tidak mendoakan demikian. Aku hanya berharap ada kebahagiaan lain yang bisa aku dapatkan tanpa harus banyak mengingat dan memperhatikanmu lagi.
***

Kau pernah bertanya mengapa aku menyukaimu, bukan? Kau terus saja mendesak hal itu sampai-sampai aku jengah dan kebingungan. Alasan apapun yang aku lontarkan. Dapatkah kau percayai itu? Sungguh aku tidak bersahabat dengan sebuah alasan. Jadi biar saja aku simpan sendirian.
Kini, seiring berjalannya waktu ada banyak hal baru yang aku temui dari dirimu. Termasuk bagaimana cara memahamimu; yaitu dengan cara melepaskan. 


Aku, si perempuan yang banyak kurangnya.
Yang terlalu banyak meminta
Sampai lupa bertanya
Apakah kamu benar-benar nyata?
Atau angan-anganku belaka.
Baiklah, Tuan..
Terimakasih telah mengajariku bagaimana caranya mengobati rasa sakit.
Terimakasih telah memberiku banyak pelajaran, walau hanya singkat.
Namun sungguh membekas.
Setidaknya ada hari di mana lembaran hidupku pernah dihadiri olehmu.
Sekarang,, Tuan..
Berbahagialah dengan pilihanmu
Bergembiralah dengan prinsipmu
Meski kadang aku sedikit kebingungan mengartikan apa maumu.
Namun ada satu yang aku pahami atasmu, bahwa kau tidak pernah memberiku ruang untuk bertamu.
Doakan aku, semoga ada laki-laki yang baik hatinya
Mau menerima segala kurangku.
                                                                                                                                  Bandung, 2017. tyataya
Teruntuk, perempuan yang kini telah menyerah
Semoga mendapat pengganti yang  lebih baik.



Kamis, 30 November 2017

Bapak

Picture by google


Ini tentang laki-laki yang tidak pernah membuatku terluka walau hanya satu sentipun: Bapak. Ah, saat aku menulis ini sesungguhnya hatiku selalu gerimis karena rindu yang tak pernah terungkapkan kepada beliau. Sungguh aku tidak pernah punya keberanian untuk berkata bahwa aku merindukannya. Begitupun beliau, belum pernah kudengar bahwa ia berkata pada anaknya—yaitu kepadaku bahwa beliau merindukanku. Kami seolah punya bibir yang kelu untuk saling mengekspresikan rasa cinta. Bukan, bukan berarti kami tidak peduli satu sama lain. Boleh kuceritakan sepenggal ceritaku tentang Bapak? 


Sejak kecil, kalau kemanapun dan ada acara di sekolah aku selalu ditemani oleh Bapak, bukan karena Ibuku tidak ada atau tidak peduli, tapi Ibuku sering sakit-sakitan dan lebih sering tinggal di rumah saja. Karena alasan itulah mengapa Bapak begitu hangat dalam ingatanku. Aku ini berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, tapi allhamdulillah Allah selalu mencukupi kebutuhan kami.

Kini sudah hampir lima tahun aku dikota Bandung, memutuskan untuk menikah dan melanjutkan studi S1, karena dulu aku kuliah D3. Perjalannya tentu saja tidak semulus yang dipikirkan. Dan hari ini, saat aku menulis ini, aku benar-benar dilanda rindu kepada sosok laki-laki yang menjagaku sejak kecil, yang tidak pernah menyakitiku walau satu sentipun. Bapak. 

Betapa semua kenangan silih berganti hadir dalam pikiranku, saban malam Bapak menjelma menjadi rindu yang terbungkus malu. Ingin rasanya aku mengatakannya kepada beliau bahwa aku sangat mencintainya.  Ingin rasanya aku menembus jarak untuk sekedar memeluknya.
Dan, aku tahu nun jauh disana.. Bapak pun demikian, kami tidak pernah saling mengungkapkan rasa cinta, namun doa terus menggema di sepertiga malam. Indah sekali rasanya ketika cinta dan rindu bersatu dalam diam, lantas hanya di ungkapkan oleh perbuatan.
Sejak kecil sampai sekarang, aku belum pernah mendengar Bapak mengatakan bahwa ia menyayangiku. Bahkan saat sekarang aku diperantaun, di kota orang. Aku belum pernah mendapatkan sms bahwa Bapak merindukanku, ingin segera aku pulang. Tidak pernah. Sebenarnya, aku iri kepada teman-teman yang sering chattingan bersama Bapaknya. Lantas, Bapaknya memberikan nasihat, kemudian di akhir kalimat. “Doaku menyertaimu, nak.”


                                                         ***

Bapakku tidak bisa mengatakan itu semua.
Ia menyimpannya disepertiga malam.
Ia menyebut-nyebutku dalam setiap lantunan ayat sucinya.
Ia memerlihatkannya dalam kejadian kecil yang aku dan Bapak lalui; seperti saat aku sedang belajar naik sepeda. Bapak tak henti-hentinya menyuruhku untuk terus mencoba.
Bapak menaruh sayangnya pada setiap makanan yang aku makan.
Tidak pernah sekalipun aku melihat Bapak makan terlebih dahulu sebelum aku kenyang.
Bapak tidak bisa seromantis seorang kekasih kepada yang dicintainya.
Bapak terlalu pemalu untuk sekedar memelukku.
Pelukannya adalah keringat dan tubuh yang hitam legam karena saban hari mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kecil kami.
Kau tahu, Bapakku tidak memiliki gelar. Namanya saja sangat singkat. Tapi ia memiliki harapan agar aku bisa menjadi lebih baik lagi dari pada dirinya.
Padahal, aku belajar kehidupan dari kehidupannya.
Itulah mengapa saat aku berada dititik terlemah, aku selalu ingat senyuman Bapak. Sebab senyuman Bapak adalah penawar bangkitku.
Bandung. 2017
tyataya

Kamis, 05 Oktober 2017

SESUATU TENTANG KAMU



Malam itu, kamu pernah datang ke dalam mimpiku dan berkata bahwa kau akan datang, tapi tidak sekarang. kau harus bersabar, akan ada hari-hari penuh air mata, akan ada hari-hari kau bahagia. tapi kau akan selalu merindukanku. Begitu katamu..

Parasmu seolah aku sudah mengenalmu jauh-jauh hari, tapi aku tidak tahu kau siapa.  Kemudian esoknya aku bercertia kepada salah seorang teman, lantas ia beranggapan bahwa aku ini gila. Belum mengenal dan bertemu dengannya, aku sudah merindukannya!