Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jumat, 02 Maret 2018

#Review Sate Madu Wa Ea Bandung



Dua Minggu yang lalu aku dapat kartu voucher discount dari teman kampus. Katanya buat bumil sama suami kalau lagi ada senggang waktu mampir ke kafenya yang baru beberapa bulan launching. Aku langsung excited dong yaa. Secara udah lamaa banget nggak pernah keluar rumah karena masa-masa yang super lelah dan mual mengharuskan aku banyak-banyak bedrest. Apalagi minggu-minggu kemaren tuh disibukan sama tugas, syukuran, dan nyari-nyari informasi KPK yang nggak kelar-kelar. Entahlah. Semuanya berputar-putar dikepalaku wkwk.


Sabtu, 17 Februari 2018

#UlasanBuku Wanita Berkarir Surga karya Ustd Felix Siauw



Uhuy, Assalamualaikum selamat siang  teman-teman semua! Kebetulan pas posting ini sedang siang yaa.  Ehh tapi kalau bacanya malem.. selama malam yaa :D wk udah tahu yaaaaa ini adalah #ulasanbukualatia mungkin ulasannya nggak akan panjang-panjang atau mungkin kepanjangan. Nggak tahu deh, tapi tulisan ini murni dari hati yang terdalam *kasihlove*

Picture By me


Aku baru menyelesaikan satu buku lagi karyanya Ustd Felix Siauw yang judulnya—menurutku keren dan menggoda buat kita beli. “Wanita Berkarir Surga” Aaaahh .. Sebagai seorang muslimah siapa sih yang nggak kepengen berkarir Surga? Sungguh kenikmatan yang tidak bisa dibayar dengan apapun. 

Lembar pertama mukaddimah. Apa yang ada dibenakmu tentang seorang wanita yang punya title “keren itu, wanita sukses itu” ada banyak sekali mungkin pendapatnya. Mungkin kira-kira begini.


Kamis, 15 Februari 2018

Suamiku Rasa Nano Nano





Sejak kelas satu SMA aku punya mimpi bahwa setelah lulus sekolah dan kuliah, aku akan bertemu dengan seseorang yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz. Seseorang yang kusebut;  Si Jodoh. Menunggunya datang kepadaku adalah hari-hari dimana kuisi dengan puisi-puisi dan surat untuknya kelak. Pernah aku menulis kalimat yang pada akhirnya aku simpan bertahun-tahun di dompet. Isinya begini:

“Aku dan kamu seperti masyrik dan magrib, entahlah sampai kapan akan terus begitu, mungkin sampai masa kita saling menyapa.” Dan sampai sekarang tahun 2017, sampai aku sudah resmi jadi seorang istri untuk si jodoh tulisan itu masih tersimpan (Meskipun agak sedikit lecek) aku membukanya pelan-pelan, membacanya berulang-ulang. Rasanya? Bahagia bercampur tidak menyangka, Allah memang maha pemberi takdir yang baik, maha pemberi apa yang sebenarnya kita butuhkan. Bukan apa yang kita idam-idamkan.

Semenjak memutuskan menikah saat masih kuliah, orang-orang terdekatku banyak yang bertanya-tanya mengapa? Kok masih usia produktif menikah, sayang karir dan sebagainya. Nanti katanya nggak bisa me time, jadi istri itu cape kerjanya setiap hari. Padahal aku punya satu cita-cita sederhana bahwa aku harus menikah sebelum usia 25 tahun. Ternyata Allah mengabulkannya di usiaku yang 22 tahun. Setelah melalui proses patah hati sekali, jatuh cinta diam-daim sekali, aku memutuskan untuk memerdekakan rasa. Sebab rasanya tidak mudah memelihara cinta untuk tetap terjaga. Maka dari itu, aku memutuskan untuk mengikatnya dengan sebuah perjanjian di hadapan Allah SWT. 


Selasa, 06 Februari 2018

(Review Buku) How to Master Your Habits



Assalamuaikum Wr.Wb
Akhirnyaaaaa, posting lagiiiii. Bener ya emang musuh paling berbahaya itu diri sendiri. Melawan rasa malas itu perjuangannya luar biasa susah. Mau nulis ini banyaaak sekali alesannya. Kalau istilah sundanya di eungke-eungke sabari jeun teu dilakonan.
Oke baiklah, sekarang Review Time yakkk! :D
Kali ini, aku mau review buku karyanya Ustd Felix Y Siauw yang judulnya How to Master Your Habits.

 
Picture by me on instagram/ @tyataya
ya seperti prolog review ini barusan, bahwa ternyata malas adalah sebuah kebiasaan yang tanpa disadari atau sengaja sadar itu merusak nilai produktivitas kita. Mungkin, karena punya kebiasaan menunda-nunda suatu pekerjaan akhirnya timbullah suatu predikat “pemalas” terhadap pribadi kita. Padahal, itu timbul bukan karena kemauan kita kan? Siapa sih yang mau dicap pemalas? Kita sendiri yang mendorong prilaku demikian. Coba deh bayangin kalau seandainya kebiasaan buruk itu terbawa ke dunia kerja. Wahhh udah! Berabe urusannya dengan BOS. Tapi, itu baru urusan dunia ya. Gimana kalau mencakup akhirat kita? Misalnya kita menunda-nunda waktu shalat, malas membaca Al-quran. Tanggung jawabnya besar. Gimana mau dapet surga Allah kalau buat mendapatkannya saja kita dengan bermalas-malasan.