Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rabu, 18 November 2015

Aku belajar hal-hal sederhana dari Dilan





Malam ini aku sedang menikmati hujan, sambil ditemani lagu cool kids-nya Echosmith.  Aku mau coba ikutan giveaway tentang buku yang menginspirasi. Aku berpikir. Buku apa yang menginspirasi? Oke, kemarin aku sudah mengobrak-abrik isi rak buku. Semua buku yang aku punya isinya menginspirasi semua...... Huaaaaa -_- lalu, enggak sengaja aku melihat salah satu buku yang tergeletak begitu saja di meja belajar. Bukunya disampul rapi tapi tetap saja lusuh karena sering dipinjam oleh teman-teman kampus. Entahlah mereka membacanya bagaimana :(

Inilah buku yang akan aku pilih!


Jangan heran, kok Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990. 

Kenapa harus buku ini?  Menurutku setiap buku punya pengaruhnya masing-masing kepada setiap pembaca. Dan bagiku buku ini punya pengaruh besar. Aku mendapat serpihan-serpihan pelajaran dari kejadian yang aneh.
Oke baiklah, mari mulai...
Buku ini bercerita tentang kisah cinta anak remaja SMA. Milea Adnan Hussain yang menceritakan kembali kisah cintanya semasa SMA bersama sosok laki-laki yang.. Menurutku aneh tapi..... Keren. Namanya Dilan. Milea adalah siswa baru pindahan dari Jakarta. Kemudian ia pindah ke Bandung dan bersekolah di sana. Sekolah yang paling romantis sedunia. Tempat di mana Milea bertemu dengan Dilan. Dilan yang tiba-tiba datang ngeramal bahwa dia akan bertemu kembali dengan Milea di kantin sekolah. Dan ternyata bukan hanya sampai di situ saja. Ini kata-kata Dilan pada Milea yang membuatku senyum-senyum sendiri.

“Milea, kamu cantik. tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.” (hal 34)

                Bayangkan, perempuan mana yang enggak akan terkejut kalau ada laki-laki yang ngomong kaya gitu. Lalu sore harinya Dilan datang ke rumah Milea. Ia mengaku menjadi utusan kantin sekolah yang menawarkan menu baru. Dilan memang selalu berhasil membuat Milea tertawa, terlebih degan tingkahnya yang di luar kebiasaan. Berbeda dengan Beni—Pacarnya Milea yang berada di Jakarta. Beni kalau mengirim surat ke Milea suka pake kata-kata mendayu-dayu, yang berisi ungkapan cinta dan rasa rindu. Padahal kata-kata itu hasil copas dari buku Kahlil Gibran.

                Akhirnya Dilan berkata bahwa dirinya sudah mencintai Milea. Tapi, Dilan tidak pernah memaksakan Milea untuk berbalik mencintainya. Tidak pernah. Satu hal, Dilan hanya terus membuat Milea tersenyum,  ketawa-ketawa dan merenung apakah benar Beni bisa membuatnya sebahagia ini? saat Milea ulang tahun. Beni memberikan seikat rangkaian bunga sambil mengecup kening Milea. Beni juga membawa kue ulang tahun. klise? Ya? kau tahu, apa yang Dilan berikan pada Milea? TTS! Dilan hanya memberikan TTS yang covernya berupa foto wanita Jepang yang sudah dikasih kumis dan jenggot di wajahnya (hal 71)  ini ucapan ulang tahun untuk Milea dari Dilan.

                SELAMAT ULANG TAHUN, MILEA. INI HADIAH UNTUKMU. CUMA TTS. TAPI SUDAH KUISI SEMUA. AKU SAYANG KAMU. AKU TIDAK MAU KAMU PUSING KARENA HARUS MENGISINYA. DILAN.

                Di sinilah serpihan inspirasi dari Dilan. Dilan tidak memberikan kue, bunga, atau sesuatu yang mewah. Dia hanya memberikan sebuah TTS yang sudah diisinya. Dia memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya pada Milea. Milea tahu Dilan sudah berjuang untuk mengisi TTS itu.  hal itulah
yang mungkin membuat yang sederhana jadi istimewa. Ah, Dilan...... 

 Meskipun Milea tahu bahwa Dilan adalah anak geng motor yang sering masuk ke ruang BP. kata Dilan semua siswa di sekolah mereka sombong. Hanya dia satu-satunya yang mau ke rumah BP menemui Pak Suripto (hal 35). Sebenarnya Dilan itu pinter. Dilan selalu mendapat ranking di kelasnya. Dia bisa bikin puisi buat Milea. Dia ikutan cerdas cermat walau jawabannya........ bikin semua orang ketawa. 

                Ada banyak petikan pelajaran yang akan kalian temukan di buku ini. Meski tidak terang-terangan. Hal itu terselip dari lembar demi lembar novelnya. Novelnya pun dikemas dengan bahasa yang ringan, tidak ada majas-majas yang ngejelimet. Hanya percakapan sehari-hari yang bikin kita manggut-manggut dan ketawa-ketawa sendiri.

                Aku tahu, ada banyak buku yang begitu menginspirasi. Aku memilih Dilan.Dilan yang aneh. Dilan telah mengajariku untuk menjadi diri sendiri. Dan betapa menjadi diri sendiri itu begitu menyenangkan. Dilan mengajariku untuk selalu tetap tenang dalam kondisi apapun. Dilan mengajariku untuk tidak pernah berpikir bahwa hanya kaulah satu-satunya manusia pintar di bumi. Dilan memberitahuku bahwa hal-hal yang luar biasa itu selalu ada dalam hal-hal sederhana. Dan kurasa, tulisan ini sangatlah sederhana untuk mengatakan bahwa Dilan luar biasa. 

                Mungkin hanya itu yang bisa aku ulas, bacalah bukunya, lalu kau akan mengerti mengapa aku memilih buku ini sebagai buku yang menginspirasi di samping memang menghibur. Tapi, itu pun kalau kalian menyukai hal-hal yang sederhana. 

                                Dan kalian tahu, aku bukan hanya mengagumi tokoh Dilan. Aku juga mengagumi penulisnya. Ayah @Pidibaiq. Setelah bertemu dengannya di RTPD. Aku membawa semua bukunya yang kubeli. Salah satunya Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990 lalu lanjutannya Dilan 2, dia adalah Dilanku tahun 1991. Ternyata penulisnya sama aja, mirip Dilan. Aneh, suka bikin ketawa dan mau-maunya menemani para fansnya di kantin RTPD. Kalau ditanya perihal fansnya yang banyak. Ayah akan berkata. "Bukan fans, merekamah kawanku ih." 



Ini salah satu puisi yang kubuat untuk Dilan.

Dan dia adalah Dilan.
Perjumpaan yang romantis di sebuah toko buku.
Dia, adalah hujan yang selalu menghasilkan rindu.
Yang membuatku benci untuk meneduh.
Dia, adalah kembang api.
Yang menghasilkan letupan-letupan tak terduga.
Namun memesona.
Dia, bukan pelangi yang bisa pudar kapan saja.
Dia, hanya si peramal juga panghilma tempur.
Yang kalau mau dimarahi harus siap-siap dulu.
Dan dia adalah Dilan.
Tahun 2015, sampai selamanya.

Ditulis ketika aku sedang jatuh cinta berkali-kali pada Dilan.
                                                                @tyataya

Poto bareng Ayah @Pidibaiq dan Dilan 2
               
               

               











 “Postingan ini di ikut sertakan dalam First Giveaway Buku Inspirasi”
 

24 komentar :

  1. bukunya emang legend. gu epernah liat reviewnya di blog tetangga juga.. pantes covernya familiar banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener hehehhee. dan saya sudah jatuh cinta sama Dilan.

      Hapus
  2. Setelah baca review ini, sepertinya harus segera beli dan baca deh! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuuu segera beli. dan akan senyum-senyum sendiri nanti setelah baca heheehe :)

      Hapus
  3. Dilannnnnn....
    aku suka banget ama buku ini

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Dan juga aneh yaaa mamooot. tapi karena keanehannya itu yang memberikan banyak pelajaran haha

      Hapus
  5. Wah keren bnget buku nya ... pengen baca dong teh hehe bnyak inspirasi yg bisa di dapat :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleeeeeeeeeh. mau minjem? :) memang, apalagi yang cowok-cowok pasti pada mau jadi Dilan.

      Hapus
  6. Dilan, itu orang emang keren banget sih. sampe2 pas selesai baca buku Dilan bagian kedua gw jadi pengen kayak dia. Tapi bener apa kata lu tadi, menjadi diri sendiri emang menyenangkan.

    Btw, puisinya keren!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Dilan sadar enggak sadar ngajarin kita buat jadi diri sendiri hihi

      alhamdulillah. makasih. hehe puisinya dibuat dari hati soalnya he he he.

      Hapus
  7. Dilan pasti tokoh yang amat menyenangkan ya... aku suka gayanya di bagian ini :
    “Milea, kamu cantik. tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”
    Kayaknya aku harus beli bukunya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya menyenangkan sekaliiiiiiii. bisa bikin ketawa-ketawa terus mba :D
      hayu mbaa disarankan segera beli^^

      Hapus
  8. wah puisi adem euy di hati bisa gak dibekukan dan dikeraskan pake air keras?? biar sentuhan lembut di hati ini gak hilang hehehe,... asik juga tulisannya suka...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih hehehehe. sedang belajar menulis.
      enggak bisa dibekukan. udah adem :D hihi

      Hapus
  9. Bagus puisinya. Salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, terimakasih mba. salam kenal kembali :)

      Hapus
  10. kereen ceritanya, jadi pengen beli bukunya juga

    BalasHapus
  11. asik nih reviewnya. kepengen beli tapi blom kesampean. kyaknya buku yg harus d beli sih.

    kok gue malah ngerasa, secara ga lgsg si dilan ini mengajarkan tips'' utk cowo agar bisa mengungkapkan perasaannya scara asik.
    kunjungan perdana. salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. hallo salam kenal ya makasih udah mau-maunya berkunjung :)
      iyaaaa, mungkin salah satu maksud terselubung Dilan hihihi. tapi tipsnya kereeen:D

      Hapus
  12. sama sx gtw dan blm prnh baca novelnya...tapi setelah dijadiin film kereeeeennnn bgt sumpah..berhasil bikin kita yg cewe2 jadi Baper berharap nemuin sosok cowo seperti Dilan hahahha...

    BalasHapus